Weleh.. gayane pakai bahasa linggis
barang...
Sebenarnya sih gak gaya, wong bisanya Cuma
gitu kok arep gaya piye...
Tapi bener, saya kali ini akan membahas
kekuatan dari sholawat kepada baginda nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallama,
shollu ‘alaihi...
Oke kita mulai ya, pengajian ala
bayigundun-nya.
Bismillah, alhamdulillah, wash-sholatu
wassalamu ’ala rosulillah, amma ba’dah.
Sholawat kepada nabi Muhammad adalah ibadah
yang istimewa dan unik.
Sebabnya istimewa dan unik adalah karena yang
memerintahkan yaitu Allah langsung memberi contoh, atau melaksanakannya juga.
Hal ini kita ketahui tentunya dari firman
Allah tentang bersholawat di Al Qur’an yang semuanya sudah pada hafal to jadi
saya gak perlu tulis disini, cukup saya tulis terjemahnya saja,
(ssst, sebenarnya sih karena gak bisa
ngetik arab di laptop)
“sesungguhnya Allah dan para malaikatNya
bersholawat kepada nabi. Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu
untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab : 56)
Ayat ini memberi pengertian sebagai
berikut:
1. Allah
bersholawat kepada nabi artinya : Allah memberikan rahmat untuk nabi
2. Malaikat
bersholawat kepada nabi artinya : malaikat memohon kepada Allah agar memberi
rahmat untuk nabi
3. Kita
; orang beriman bersholawat kepada nabi artinya : kita memohon kepada Allah
agar memberi rahmat kepada nabi.
Beberapa keutamaan sholawat banyak
disebutkan dalam hadits diantaranya:
1. Orang
yang bersholawat sekali, Allah akan bersholawat untuknya 10 kali
2. Orang
yang bersholawat kepada nabi berhak memperoleh syafaatnya di hari kiamat.
3. Dan
lain-lain banyak.
Itu intronya, saya akan membahasnya dari
sisi yang lain, dari sudut pandang saya sendiri.
Pembahasan saya bermula hadits ini;
“Sesungguhnya orang yang paling terdekat
(utama) kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat
kepadaku,” (HR. Imam Turmudzi)
Saya akan membahasnya dengan teori magnet
pelajaran fisika di kelas 3 SMP.
Sebelumnya saya jelaskan konsepnya dulu:
Setiap material yang ada di alam semesta
ini terbagi menjadi 2 berdasarkan reaksinya terhadap medan magnet. Yaitu bahan
magnetik dan bahan non magnetik.
Bahan magnetik adalah bahan yang
terpengaruh medan magnet, seperti besi, tembaga dan jenis logam lainnya.
Sedangkan bahan non magnetik tidak
terpengaruh sama sekali dengan adanya medan magnet, misalnya kayu, plastik,
karet dan lainnya.
Untuk bahan magnetik, dia dapat terpengaruh
medan magnet karena didalam materialnya terdapat magnet elementer.
Perbedaan antara benda magnetik yang sudah
menjadi magnet dan yang belum menjadi magnet adalah letak dan susunan magnet
elementer tersebut.
Benda yang sudah menjadi magnet, didalam
materialnya terdapat magnet elementer yang tersusun rapi dan searah. Sebaliknya
benda yang belum menjadi magnet memiliki susunan tak teratur.
Sedangkan berdasarkan jumlah magnet
elementer yang terkandung didalamnya, bahan magnetik dibedakan menjadi 3 yaitu
bahan paramagnetik, bahan diamagnetik, dan bahan feromagnetik
Bahan feromagnetik, adalah bahan dengan
jumlah magnet elementer paling banyak, dan terkena pengaruh medan magnet dengan
gaya yang paling besar.
Bahan paramagnetik, adalah bahan yang
paling sedikit jumlah magnet elementernya sehingga merasakan pengaruh medan magnet
paling lemah.
Sedangkan bahan diamagnetik berada diantara
keduanya, memiliki jumlah magnet elementer lebih banyak dari bahan paramagnetik
dan lebih sedikit dari bahan feromagnetik.
Lalu apa hubungannya semua itu dengan
sholawat nabi?
Dalam pandangan saya, kita dapat
mengumpamakan bahwa nabi Muhammad SAW adalah medan magnet yang sangat kuat,
yang dapat kita rasakan secara batin/ruhaniyah.
Kita sebagai ummat beliau, adalah
sekelompok bahan magnetik dengan kualitas yang berbeda-beda, sebagaimana saya gambarkan
tadi, adakalanya kita adalah bahan feromagnetik, diamagnetik, bahkan paramagnetik,
atau jangan-jangan malah bahan non magnetik yang sama sekali tak terpengaruh
medan magnet super dari baginda nabi Muhammad.
(wal ‘iyaadzu billah min dzalik)
Dengan memperbanyak membaca sholawat, sebenarnya
kita menempa ruhaniyah kita agar magnet elementer dalam diri kita semakin
banyak, bahkan untuk membentuk agar magnet elementer itu tersusun dengan rapi.
Semakin banyak magnet elementer, maka
semakin besar pengaruh medan magnet dari nabi yang kita rasakan, semakin dekat
ruhaniyah kita dengan nabi, semakin baik kualitas ruhaniyah kita, semakin
bermutu nilai diri kita dalam pandangan Allah SWT.
Karena nabi sudah wafat, maka dengan
memperbanyak sholawat tersebut kedekatan kita dengan nabi hanyalah kedekatan
secara ruhaniyah, dan benar-benar dekat secara fisik besok di hari kiamat,
sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas.
Allahumma Aamiin...
“Sesungguhnya orang yang paling terdekat
(utama) kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat
kepadaku,” (HR. Imam Turmudzi)
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin
‘adada man sholla ‘alaihi
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin
‘adada man lam yusholli ‘alaihi
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin
‘adada sholawati man sholla ‘alaihi
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin
‘adada sholawatillahi ‘ala man sholla ‘alaihi