Beberapa waktu yang lalu
saat melihat TiPi (TV maksude) ada pengajian KH Jamaludin Ahmad. Beliau (kalau gak
salah) adalah pengasuh sebuah pesantren di Jombang, Jawa Timur sana, isinya
menceritakan kisah tentang pertemuan nabi Musa dengan iblis, saya mendengarnya dan
saya tulis disini biar tidak lupa tentunya.
Saya tulis dengan bahasa saya sendiri, kalau saya disuruh sama plek dengan pak kiai yo gak bisa, dah lupa kalimatnya... jadi ngarang dewe tapi intinya sama.
Saya tulis dengan bahasa saya sendiri, kalau saya disuruh sama plek dengan pak kiai yo gak bisa, dah lupa kalimatnya... jadi ngarang dewe tapi intinya sama.
Begini ceritanya...
Ketika nabi musa akan
diperintah Allah untuk berangkat ke bukit thursina untuk menerima wahyu, iblis
menemuinya ditengah jalan, tujuannya untuk menitipkan pertanyaan untuk Allah kepada
nabi musa.
“wahai nabi Musa, tolong sampaikan pertanyaanku kepada Allah, jika aku akan bertaubat, apakah masih diterima?” begitu kata iblis.
Disanggupilah permintaan
iblis itu oleh nabi Musa.
Setelah bertemu dengan
Allah, nabi Musa kembali ditemui iblis, dan menyampaikan jawabannya.
“Allah masih menerima taubatmu wahai iblis, hanya saja ada syaratnya, yaitu kamu harus bersujud di kuburan nabi Adam as” kata nabi Musa kepada iblis.
Mendengar jawaban itu, Iblispun marah dan berkata pada nabi Musa “dulu saat nabi Adam masih hidup saja aku tak mau sujud padanya, apalagi sekarang aku disuruh sujud di kuburnya”
“meskipun demikian nabi Musa,
aku berterimakasih kepadamu karena kamu telah menyampaikan amanahku, aku akan
membalas kebaikanmu dengan memberimu beberapa nasehat”
Dan iblispun menyampaikan
nasehatnya ” wahai Musa, aku akan memberimu 3 nasehat yang bermanfaat bagimu;
Pertama, janganlah kamu
menjadi orang yang sombong, jika kamu berlaku sombong, maka nasibmu akan
seperti aku yang mendapat laknat dari Allah,
Kedua, janganlah kamu
mudah marah, karena sesungguhnya saat kamu marah, kamu akan aku permainkan seperti bola yang dimainkan oleh anak-anak, kamu akan mudah aku kendalikan dan aku
sesatkan.
Ketiga, janganlah kamu
berduaan dengan wanita yang bukan mahrammu, karena sesungguhnya yang ketiga
adalah aku, maka aku akan mudah menjerumuskanmu pada perbuatan terlarang”.
Dari kisah ini dapat
diambil beberapa pelajaran berharga, diantaranya;
1. Kesombongan dalam diri seseorang dapat mencegah datangnya kebaikan. Andai saja iblis menerima syarat untuk bertaubat tentu saja iblis sekarang sudah terbebas dari laknat Allah.
2. Hendaklah seseorang membalas kebaikan orang lain. Seburuk-buruknya iblis ia masih dapat membalas kebaikan nabi Musa dengan memberinya nasehat yang bermanfaat.
1. Kesombongan dalam diri seseorang dapat mencegah datangnya kebaikan. Andai saja iblis menerima syarat untuk bertaubat tentu saja iblis sekarang sudah terbebas dari laknat Allah.
2. Hendaklah seseorang membalas kebaikan orang lain. Seburuk-buruknya iblis ia masih dapat membalas kebaikan nabi Musa dengan memberinya nasehat yang bermanfaat.
Mudah-mudahan
kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar