Jika melihat judul tulisan ini, maka
mungkin akan muncul pertanyaan dalam benak anda;
Mengapa Uwais al Qorni?
Mengapa ‘harus’ menjadi seperti dia?
Tidak menjadi seperti Umar ibnul khottob
atau lainnya?
Emangnya siapa dia?
Jika anda browsing di internet, maka akan muncul
artikel hasil pencarian yang banyak tentang Uwais al Qorni.
Jika anda kok kebetulan belum tahu siapa
dia dan penasaran, yo sumonggo digoogling sendiri...
Saya sudah baca, dan saya tidak akan cerita
ulang seperti yang ditulis di artikel yang sudah ada.
Saya akan melihat dari sisi yang lain, weleh...gayane...
Kembali ke judul diatas...
Bisakah kita menjadi seperti uwais al Qorni?
Mengapa menjadi seperti beliau?
Pertanyaan ini saya munculkan karena tentu
saja beliau adalah sosok yang mulia dan istimewa, sebagaimana disebut di
artikel lain, beberapa keistimewaan yang dimiliki beliau adalah:
1. Disebut
oleh nabi Muhammad sebagai penghuni langit saat masih hidup di bumi.
2. Memiliki
derajat yang lebih tinggi dari derajat sahabat yang lain, hal ini dapat
diketahui dari diperintahkannya sahabat Umar bin khottob untuk meminta didoakan
jika bertemu dengan Uwais al Qorni
3. Pada hari kiamat nanti, di hari kebangkitan semua
manusia, Uwais Al Qarni akan memberikan syafa’at kepada sejumlah manusia
sebanyak domba yang dimiliki Rabi’ah dan Mudhar, demikian yang disabdakan
Rasulullah Saw kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab.
Bisakah kita menjadi seperti beliau?
Pertanyaan ini saya munculkan karena adanya
persamaan antara kita dengan beliau, minimal ada satu hal yang sama antara kita
dan beliau.
Kita dan beliau sama-sama tak pernah
sekalipun bertemu dengan nabi Muhammad SAW,
Meskipun sama, tentu saja beda, karena
beliau hidup sezaman dengan nabi, sedangkan kita sekarang terpisah
beratus-ratus tahun dari masa kehidupan nabi.
Satu hal yang menarik adalah, meskipun
beliau tidak pernah bertemu nabi, beliau dapat memiliki derajat yang lebih
tinggi dari sahabat lain yang selalu bertemu, bertatap muka dan bergaul sehari-hari
dengan nabi yang mulia, Muhammad SAW.
Jadi, meskipun kita tak pernah bertemu
nabi, kitapun bisa memiliki derajat yang tinggi asalkan kita tulus mencintai
nabi dan membuktikan cinta itu seperti cinta Uwais al Qorni kepada nabinya.
Ketinggian derajat Uwais al Qorni tentu
saja karena beliau adalah seorang ahli ibadah yang sholih, sangat taat pada
ibunya, selalu puasa di siang hari, sedangkan malam harinya selalu diisi dengan
ibadah, dan senantiasa menjaga kesucian diri.
Sebagaimana yang telah diriwayatkan, bahwa kehidupan
beliau adalah sangat sederhana, pakaiannya hanya punya dua helai yang sudah
kusut dimana yang satu untuk penutup badan dan yang satunya digunakan untuk
selendang.
Dengan keadaan itu, tidak ada seorang pun
yang menghiraukannya, tidak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat
terkenal di langit sebagaimana disabdakan nabi SAW.
Bisakah kita menjadi seperti Uwais al Qorni?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar