Rabu, 27 Juli 2016

Bisakah kita menjadi seperti Uwais al Qorni?

Jika melihat judul tulisan ini, maka mungkin akan muncul pertanyaan dalam benak anda;
Mengapa Uwais al Qorni?
Mengapa ‘harus’ menjadi seperti dia?
Tidak menjadi seperti Umar ibnul khottob atau lainnya?
Emangnya siapa dia?

Jika anda browsing di internet, maka akan muncul artikel hasil pencarian yang banyak tentang Uwais al Qorni.

Jika anda kok kebetulan belum tahu siapa dia dan penasaran, yo sumonggo digoogling sendiri...

Saya sudah baca, dan saya tidak akan cerita ulang seperti yang ditulis di artikel yang sudah ada.
Saya akan melihat dari sisi yang lain,  weleh...gayane...  

Kembali ke judul diatas...

Bisakah kita menjadi seperti uwais al Qorni?

Mengapa menjadi seperti beliau?

Pertanyaan ini saya munculkan karena tentu saja beliau adalah sosok yang mulia dan istimewa, sebagaimana disebut di artikel lain, beberapa keistimewaan yang dimiliki beliau adalah:

1. Disebut oleh nabi Muhammad sebagai penghuni langit saat masih hidup di bumi.

2. Memiliki derajat yang lebih tinggi dari derajat sahabat yang lain, hal ini dapat diketahui dari diperintahkannya sahabat Umar bin khottob untuk meminta didoakan jika bertemu dengan Uwais al Qorni 

3. Pada hari kiamat nanti, di hari kebangkitan semua manusia, Uwais Al Qarni akan memberikan syafa’at kepada sejumlah manusia sebanyak domba yang dimiliki Rabi’ah dan Mudhar, demikian yang disabdakan Rasulullah Saw kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab.

Bisakah kita menjadi seperti beliau?

Pertanyaan ini saya munculkan karena adanya persamaan antara kita dengan beliau, minimal ada satu hal yang sama antara kita dan beliau.

Kita dan beliau sama-sama tak pernah sekalipun bertemu dengan nabi Muhammad SAW,
Meskipun sama, tentu saja beda, karena beliau hidup sezaman dengan nabi, sedangkan kita sekarang terpisah beratus-ratus tahun dari masa kehidupan nabi.

Satu hal yang menarik adalah, meskipun beliau tidak pernah bertemu nabi, beliau dapat memiliki derajat yang lebih tinggi dari sahabat lain yang selalu bertemu, bertatap muka dan bergaul sehari-hari dengan nabi yang mulia, Muhammad SAW.

Jadi, meskipun kita tak pernah bertemu nabi, kitapun bisa memiliki derajat yang tinggi asalkan kita tulus mencintai nabi dan membuktikan cinta itu seperti cinta Uwais al Qorni kepada nabinya.

Ketinggian derajat Uwais al Qorni tentu saja karena beliau adalah seorang ahli ibadah yang sholih, sangat taat pada ibunya, selalu puasa di siang hari, sedangkan malam harinya selalu diisi dengan ibadah, dan senantiasa menjaga kesucian diri.

Sebagaimana yang telah diriwayatkan, bahwa kehidupan beliau adalah sangat sederhana, pakaiannya hanya punya dua helai yang sudah kusut dimana yang satu untuk penutup badan dan yang satunya digunakan untuk selendang.

Dengan keadaan itu, tidak ada seorang pun yang menghiraukannya, tidak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit sebagaimana disabdakan nabi SAW.

Bisakah kita menjadi seperti Uwais al Qorni?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar