Minggu, 31 Juli 2016

The Power of Sholawat

Weleh.. gayane pakai bahasa linggis barang...
Sebenarnya sih gak gaya, wong bisanya Cuma gitu kok arep gaya piye...
Tapi bener, saya kali ini akan membahas kekuatan dari sholawat kepada baginda nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallama, shollu ‘alaihi...

Oke kita mulai ya, pengajian ala bayigundun-nya.

Bismillah, alhamdulillah, wash-sholatu wassalamu ’ala rosulillah, amma ba’dah.

Sholawat kepada nabi Muhammad adalah ibadah yang istimewa dan unik.
Sebabnya istimewa dan unik adalah karena yang memerintahkan yaitu Allah langsung memberi contoh, atau melaksanakannya juga.

Hal ini kita ketahui tentunya dari firman Allah tentang bersholawat di Al Qur’an yang semuanya sudah pada hafal to jadi saya gak perlu tulis disini, cukup saya tulis terjemahnya saja,
(ssst, sebenarnya sih karena gak bisa ngetik arab di laptop)  

“sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bersholawat kepada nabi. Wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab : 56)

Ayat ini memberi pengertian sebagai berikut:
1. Allah bersholawat kepada nabi artinya : Allah memberikan rahmat untuk nabi
2. Malaikat bersholawat kepada nabi artinya : malaikat memohon kepada Allah agar memberi rahmat untuk nabi
3. Kita ; orang beriman bersholawat kepada nabi artinya : kita memohon kepada Allah agar memberi rahmat kepada nabi.

Beberapa keutamaan sholawat banyak disebutkan dalam hadits diantaranya:
1. Orang yang bersholawat sekali, Allah akan bersholawat untuknya 10 kali
2. Orang yang bersholawat kepada nabi berhak memperoleh syafaatnya di hari kiamat.
3. Dan lain-lain banyak.

Itu intronya, saya akan membahasnya dari sisi yang lain, dari sudut pandang saya sendiri.

Pembahasan saya bermula hadits ini;   
“Sesungguhnya orang yang paling terdekat (utama) kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku,” (HR. Imam Turmudzi)

Saya akan membahasnya dengan teori magnet pelajaran fisika di kelas 3 SMP.
Sebelumnya saya jelaskan konsepnya dulu:

Setiap material yang ada di alam semesta ini terbagi menjadi 2 berdasarkan reaksinya terhadap medan magnet. Yaitu bahan magnetik dan bahan non magnetik.

Bahan magnetik adalah bahan yang terpengaruh medan magnet, seperti besi, tembaga dan jenis logam lainnya.
Sedangkan bahan non magnetik tidak terpengaruh sama sekali dengan adanya medan magnet, misalnya kayu, plastik, karet dan lainnya.

Untuk bahan magnetik, dia dapat terpengaruh medan magnet karena didalam materialnya terdapat magnet elementer.

Perbedaan antara benda magnetik yang sudah menjadi magnet dan yang belum menjadi magnet adalah letak dan susunan magnet elementer tersebut.

Benda yang sudah menjadi magnet, didalam materialnya terdapat magnet elementer yang tersusun rapi dan searah. Sebaliknya benda yang belum menjadi magnet memiliki susunan tak teratur.

Sedangkan berdasarkan jumlah magnet elementer yang terkandung didalamnya, bahan magnetik dibedakan menjadi 3 yaitu bahan paramagnetik, bahan diamagnetik, dan bahan feromagnetik

Bahan feromagnetik, adalah bahan dengan jumlah magnet elementer paling banyak, dan terkena pengaruh medan magnet dengan gaya yang paling besar.

Bahan paramagnetik, adalah bahan yang paling sedikit jumlah magnet elementernya sehingga merasakan pengaruh medan magnet paling lemah.

Sedangkan bahan diamagnetik berada diantara keduanya, memiliki jumlah magnet elementer lebih banyak dari bahan paramagnetik dan lebih sedikit dari bahan feromagnetik.

Lalu apa hubungannya semua itu dengan sholawat nabi?

Dalam pandangan saya, kita dapat mengumpamakan bahwa nabi Muhammad SAW adalah medan magnet yang sangat kuat, yang dapat kita rasakan secara batin/ruhaniyah.

Kita sebagai ummat beliau, adalah sekelompok bahan magnetik dengan kualitas yang berbeda-beda, sebagaimana saya gambarkan tadi, adakalanya kita adalah bahan feromagnetik, diamagnetik, bahkan paramagnetik, atau jangan-jangan malah bahan non magnetik yang sama sekali tak terpengaruh medan magnet super dari baginda nabi Muhammad.
(wal ‘iyaadzu billah min dzalik)

Dengan memperbanyak membaca sholawat, sebenarnya kita menempa ruhaniyah kita agar magnet elementer dalam diri kita semakin banyak, bahkan untuk membentuk agar magnet elementer itu tersusun dengan rapi.

Semakin banyak magnet elementer, maka semakin besar pengaruh medan magnet dari nabi yang kita rasakan, semakin dekat ruhaniyah kita dengan nabi, semakin baik kualitas ruhaniyah kita, semakin bermutu nilai diri kita dalam pandangan Allah SWT.

Karena nabi sudah wafat, maka dengan memperbanyak sholawat tersebut kedekatan kita dengan nabi hanyalah kedekatan secara ruhaniyah, dan benar-benar dekat secara fisik besok di hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas.
Allahumma Aamiin...

“Sesungguhnya orang yang paling terdekat (utama) kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku,” (HR. Imam Turmudzi)

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin ‘adada man sholla ‘alaihi
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin ‘adada man lam yusholli ‘alaihi
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin ‘adada sholawati man sholla ‘alaihi
Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin ‘adada sholawatillahi ‘ala man sholla ‘alaihi

1 komentar: