Ya, saya ajukan pertanyaan itu pada anda
semuanya. Tentu saja bukan dengan maksud akan memberikan apa yang anda pilih,
soalnya saya bukan juragan kelapa apalagi semangka. He he jadi jangan GR
dulu...
Maksud saya adalah mari kita renungi
bersama dua buah ciptaan Allah itu.
Kelapa dan semangka, keduanya bulat,
besarnya ya dapat dikatakan relatif sama.
Tapi perbedaan yang menonjol dari keduanya
adalah letaknya saat buah itu di panen.
Anda semuanya tahu, buah kelapa dihasilkan
oleh pohon kelapa yang menjulang tinggi dengan ketinggian bisa sampai 20 meter
atau lebih.
Sementara buah semangka tergeletak dengan
damai di atas tanah.
Dan kedua perbedaan ini adalah tema utama
kita.
Letak yang berbeda menyebabkan dua buah itu
memiliki sifat yang berbeda.
Buah semangka adalah buah yang rapuh, mudah
pecah, sehingga harus dibawa dan dipindahkan dengan perlahan.
Untuk menghidangkannya cukup dicuci bagian
luarnya jika perlu, jika tidak langsung saja diiris dengan pisau dan dapat
langsung disajikan.
Sementara buah kelapa adalah buah yang
keras, untuk memetiknya diperlukan alat semcam sabit, atau cukup ditarik
gagangnya dengan kuat agar terlepas dari pohonnya.
Lalu buah itu akan dibiarkan jatuh dari
ketinggian.
Apakah langsung dapat disajikan? Tentu saja
tidak.
Buah kelapa harus melewati sekian proses
yang menyakitkan untuk dapat disajikan.
Mulai dari dikupas kulit luarnya. Lalu
dipecah. Dicungkil. Diparut. Disiram air. Diperas. Dipanaskan/dimasak. Baru
dapat disajikan. Karena buah kelapa paling banyak diambil santannya sebagai
pelengkap sayur, atau campuran minuman atau dijadikan minyak goreng.
Lha terus intinya apa? Kok ngomongin hal
yang semua kita sudah tahu.
Intinya adalah itu semua adalah
penggambaran atau ibarat yang dapat kita ambil hikmahnya jika kita renungi.
Buah semangka yang berada rendah di atas
tanah menggambarkan seseorang dengan sifat rendah hati / tawadhu’.
Maka perlakuan Allah kepada orang yang
rendah hati dapat kita gambarkan seperti perlakuan manusia pada buah semangka.
Perlahan-lahan. Hati-hati. Tidak kasar.
Tidak menyakitkan.
Karena Allah sangat senang pada orang yang
bersifat rendah hati.
Buah kelapa yang berada di atas pohon yang
tinggi menggambarkan seseorang dengan sifat tinggi hati / sombong / takabur.
Maka perlakuan Allah kepada orang yang
sombong dapat kita gambarkan seperti perlakukan manusia pada buah kelapa.
Kejam. Kasar. Menyakitkan.
Karena Allah sangat membenci orang yang
bersifat sombong.
Dasarnya adalah sebuah hadits qudsi yang
menyatakan bahwa sifat sombong adalah pakaian Allah, hanya Allah yang boleh
memakainya, barangsiapa yang merebutnya dari Allah maka akan mendapat siksaan.
Maka saya ajukan lagi pertanyaannya, anda
pilih kelapa atau semangka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar