Minggu, 31 Juli 2016

Mana Yang Anda pilih, kelapa atau semangka?

Ya, saya ajukan pertanyaan itu pada anda semuanya. Tentu saja bukan dengan maksud akan memberikan apa yang anda pilih, soalnya saya bukan juragan kelapa apalagi semangka. He he jadi jangan GR dulu...

Maksud saya adalah mari kita renungi bersama dua buah ciptaan Allah itu.
Kelapa dan semangka, keduanya bulat, besarnya ya dapat dikatakan relatif sama.
Tapi perbedaan yang menonjol dari keduanya adalah letaknya saat buah itu di panen.

Anda semuanya tahu, buah kelapa dihasilkan oleh pohon kelapa yang menjulang tinggi dengan ketinggian bisa sampai 20 meter atau lebih.
Sementara buah semangka tergeletak dengan damai di atas tanah.
Dan kedua perbedaan ini adalah tema utama kita.

Letak yang berbeda menyebabkan dua buah itu memiliki sifat yang berbeda.

Buah semangka adalah buah yang rapuh, mudah pecah, sehingga harus dibawa dan dipindahkan dengan perlahan.
Untuk menghidangkannya cukup dicuci bagian luarnya jika perlu, jika tidak langsung saja diiris dengan pisau dan dapat langsung disajikan.

Sementara buah kelapa adalah buah yang keras, untuk memetiknya diperlukan alat semcam sabit, atau cukup ditarik gagangnya dengan kuat agar terlepas dari pohonnya.
Lalu buah itu akan dibiarkan jatuh dari ketinggian.

Apakah langsung dapat disajikan? Tentu saja tidak.

Buah kelapa harus melewati sekian proses yang menyakitkan untuk dapat disajikan.
Mulai dari dikupas kulit luarnya. Lalu dipecah. Dicungkil. Diparut. Disiram air. Diperas. Dipanaskan/dimasak. Baru dapat disajikan. Karena buah kelapa paling banyak diambil santannya sebagai pelengkap sayur, atau campuran minuman atau dijadikan minyak goreng. 

Lha terus intinya apa? Kok ngomongin hal yang semua kita sudah tahu.
Intinya adalah itu semua adalah penggambaran atau ibarat yang dapat kita ambil hikmahnya jika kita renungi.

Buah semangka yang berada rendah di atas tanah menggambarkan seseorang dengan sifat rendah hati / tawadhu’.
Maka perlakuan Allah kepada orang yang rendah hati dapat kita gambarkan seperti perlakuan manusia pada buah semangka.
Perlahan-lahan. Hati-hati. Tidak kasar. Tidak menyakitkan.
Karena Allah sangat senang pada orang yang bersifat rendah hati.
                                                                         
Buah kelapa yang berada di atas pohon yang tinggi menggambarkan seseorang dengan sifat tinggi hati / sombong / takabur.
Maka perlakuan Allah kepada orang yang sombong dapat kita gambarkan seperti perlakukan manusia pada buah kelapa.
Kejam. Kasar. Menyakitkan. 
Karena Allah sangat membenci orang yang bersifat sombong.
Dasarnya adalah sebuah hadits qudsi yang menyatakan bahwa sifat sombong adalah pakaian Allah, hanya Allah yang boleh memakainya, barangsiapa yang merebutnya dari Allah maka akan mendapat siksaan.

Maka saya ajukan lagi pertanyaannya, anda pilih kelapa atau semangka?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar