Rabu, 27 Juli 2016

3 Hikmah Yang Dapat Kita Petik Dari Kekhilafan Nabi Sulaiman

Saya tahu kisah tentang nabi Sulaiman yang melakukan kekhilafan adalah dari pengajian KH Jamaludin Ahmad yang saya dengarkan di laptop.
Ya, saya hanya mendengarnya, tidak melihatnya, soalnya filenya hanya MP3, jadi gak ada gambarnya, mung suara tok hihihi..

Dah gitu aja muqoddimahnya, muqodimah ala bayi, lha iya to, wong bloge bayigundun..
Kalau browsing juga sudah banyak yang nulis, silahkan dicari sendiri, misalnya  dengan kata kunci ‘kisah nabi Sulaiman menanggung rezeki makhluk’

Nanti akan keluar tu hasil pencarian yang juga banyak. Terus di buka satu. Dibaca sampai selesai.
Dah tahu. Ya udah.

Kalau saya yang disuruh cerita, begini ceritanya, singkat padat, soalnya saya adalah penganut faham essensialisme yang tak suka basa basi.

Sulaiman AS adalah putra nabi Dawud AS, yang juga diangkat oleh Allah menjadi nabi sekaligus raja bagi semua kalangan, baik manusia, binatang, dan jin.

Nabi Sulaiman dianugerahi Allah mukjizat berupa kemampuan untuk menguasai bahasa binatang, mengendalikan angin dan  menaklukkan jin.
Sebagai raja, tentu saja nabi Sulaiman adalah nabi yang sangat kaya raya.

Dengan kondisi itu, suatu ketika nabi sulaiman dihinggapi perasaan sombong dan merasa hebat.
Beliau memiliki rencana untuk meminta pada Allah untuk menanggung rezeki semua makhluk selama satu hari.

Allah memberitahu nabi Sulaiman, bahwa ia tak akan sanggup melakukannya.
Namun nabi sulaiman berketetapan hati untuk melakukannya dan Allah membiarkan hal itu terjadi.

Maka untuk acara perjamuan semua makhluk itu, dibentuklah panitia yang akan mengurusinya.
Dibentangkanlah lapangan yang sangat luas sejauh pandangan mata sebagai tempat perjamuan, disiapkanlah berbagai makanan untuk semua makhluk.

Dan hari yang ditentukanpun tiba...

Ikan hiu yang sejak pagi belum dapat makanan mengadu pada Allah, Allah menjawab “mintalah pada Sulaiman, hari ini ia yang menanggung rezekimu”

Maka dengan izin Allah naiklah ikan hiu ke darat, menuju tempat perjamuan.
Tanpa basa basi, ikan hiu yang lapar tadi langsung menyantap semua makanan yan disediakan untuk semua makhluk tanpa tersisa sedikitpun.

Yang aneh adalah, setelah semuanya habis, ikan hiu berkata pada nabi sulaiman, “wahai nabi Allah, masihkah ada makanan yang lain, aku masih lapar”
“wahai ikan hiu, yang kamu makan tadi adalah makanan semua makhluk, bukan makananmu saja, kenapa kamu masih lapar juga?”

Tersadarlah nabi Sulaiman dan langsung tersungkur bersujud kepada Allah untuk memohon ampun atas kekhilafan yang dilakukan.

Dah. Habis.

Dari kisah ini ada beberapa hikmah yang dapat kita petik;
1. Sehebat apapun manusia, dia tak boleh merasa sombong dan merasa hebat, yang hebat hanya Allah Tuhan semesta alam.

2. Jika Allah tak menghendaki, makanan sebanyak apapun tak bisa mengenyangkan, karena rasa lapar dan kenyang, Allah lah yang membuat.

3. Seseorang yang melakukan kesalahan hendaklah langsung menyadari dan memohon ampun atas kesalahan yang dilakukan.


Semoga Allah menolong kita untuk menjadi hambaNya yang sholih.. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar