Saya tahu kisah tentang nabi Sulaiman yang melakukan
kekhilafan adalah dari pengajian KH Jamaludin Ahmad yang saya dengarkan di
laptop.
Ya, saya hanya mendengarnya, tidak
melihatnya, soalnya filenya hanya MP3, jadi gak ada gambarnya, mung suara tok
hihihi..
Dah gitu aja muqoddimahnya, muqodimah ala
bayi, lha iya to, wong bloge bayigundun..
Kalau browsing juga sudah banyak yang
nulis, silahkan dicari sendiri, misalnya dengan kata kunci ‘kisah nabi Sulaiman
menanggung rezeki makhluk’
Nanti akan keluar tu hasil pencarian yang
juga banyak. Terus di buka satu. Dibaca sampai selesai.
Dah tahu. Ya udah.
Kalau saya yang disuruh cerita, begini
ceritanya, singkat padat, soalnya saya adalah penganut faham essensialisme yang
tak suka basa basi.
Sulaiman AS adalah putra nabi Dawud AS,
yang juga diangkat oleh Allah menjadi nabi sekaligus raja bagi semua kalangan,
baik manusia, binatang, dan jin.
Nabi Sulaiman dianugerahi Allah mukjizat
berupa kemampuan untuk menguasai bahasa binatang, mengendalikan angin dan menaklukkan jin.
Sebagai raja, tentu saja nabi Sulaiman
adalah nabi yang sangat kaya raya.
Dengan kondisi itu, suatu ketika nabi
sulaiman dihinggapi perasaan sombong dan merasa hebat.
Beliau memiliki rencana untuk meminta pada Allah
untuk menanggung rezeki semua makhluk selama satu hari.
Allah memberitahu nabi Sulaiman, bahwa ia
tak akan sanggup melakukannya.
Namun nabi sulaiman berketetapan hati untuk
melakukannya dan Allah membiarkan hal itu terjadi.
Maka untuk acara perjamuan semua makhluk
itu, dibentuklah panitia yang akan mengurusinya.
Dibentangkanlah lapangan yang sangat luas
sejauh pandangan mata sebagai tempat perjamuan, disiapkanlah berbagai makanan
untuk semua makhluk.
Dan hari yang ditentukanpun tiba...
Ikan hiu yang sejak pagi belum dapat
makanan mengadu pada Allah, Allah menjawab “mintalah pada Sulaiman, hari ini ia
yang menanggung rezekimu”
Maka dengan izin Allah naiklah ikan hiu ke
darat, menuju tempat perjamuan.
Tanpa basa basi, ikan hiu yang lapar tadi
langsung menyantap semua makanan yan disediakan untuk semua makhluk tanpa
tersisa sedikitpun.
Yang aneh adalah, setelah semuanya habis,
ikan hiu berkata pada nabi sulaiman, “wahai nabi Allah, masihkah ada makanan
yang lain, aku masih lapar”
“wahai ikan hiu, yang kamu makan tadi
adalah makanan semua makhluk, bukan makananmu saja, kenapa kamu masih lapar
juga?”
Tersadarlah nabi Sulaiman dan langsung
tersungkur bersujud kepada Allah untuk memohon ampun atas kekhilafan yang
dilakukan.
Dah. Habis.
Dari kisah ini ada beberapa hikmah yang
dapat kita petik;
1. Sehebat
apapun manusia, dia tak boleh merasa sombong dan merasa hebat, yang hebat hanya
Allah Tuhan semesta alam.
2. Jika
Allah tak menghendaki, makanan sebanyak apapun tak bisa mengenyangkan, karena rasa
lapar dan kenyang, Allah lah yang membuat.
3. Seseorang
yang melakukan kesalahan hendaklah langsung menyadari dan memohon ampun atas
kesalahan yang dilakukan.
Semoga Allah menolong kita untuk menjadi
hambaNya yang sholih.. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar